Jay, Asa dan Wati baru saja tiba di Jakarta, dan tepatnya baru sampai di rumah Asa. “Jay, Asa. Mama turun duluan ya,” “Iya Ma,” jawab Asa dan Jay hampir berbarengan. Setelah Wati masuk ke rumah lebih dulu, Asa pun melepaskan seatbeltnya. “Om, ngga mau turun dulu?” “Hm, kayaknya ngga. Saya mau langsung pulang saja, saya juga harus ke perusahaan setelah ini.” “Oh, begitu. Ya udah aku turun ya,” “Sebentar,” ucap Jay yang terlihat menahan tangan Asa agar tidak turun dari mobil. “Kenapa Om?” “Hm, apa kamu belum ada niatan untuk pulang sama saya?” Asa sontak terdiam, ia bingung harus menjawab apa, karena di satu sisi ia ingin pulang bersama suaminya. Namun di satu sisi, ia tidak tega membiarkan Mamanya tinggal sendiri. “Aku ngga tahu kapan aku bisa pulang Om. Aku ingin pulang, tapi kasih

