Malam harinya, Jay dan Asa terlihat sedang menghabiskan makan malamnya di ruang makan. Sedari tadi Jay tampak fokus menyantap makanannya, sementara Asa tampak termenung dengan tangannya yang mengaduk-aduk makananya. Hanya dentingan sendok, garpu yang bersentuhan dengan piring yang terdengar. Selang beberapa menit kemudian, karena tak kunjung mendengar suara dari Asa, Jay sedikit merasa aneh lalu mendongakkan kepalanya menatap Asa yang masih termenung. “Sa,” panggil Jay dan tampak Asa masih belum bergeming. “Sa!” Panggil Jay sedikit lebih keras hingga membuat Asa tersentak. “Eung? Kenapa Om?” tanya Asa seraya menatap Jay dengan wajah linglungnya. “Kamu kenapa sih? Dari tadi melamun aja, terus makanannya kenapa ngga di makan?” Asa sontak mengusap dahinya, dan helaan napas berat keluar da

