Jay tampak baru saja keluar dari ruangan meeting bersama Sari, sekretarisnya. Mereka berjalan beriringan menuju ruangan masing-masing. “Pak, kalau begitu saya permisi dulu, saya mau nyusun laporannya.” “Iya.” jawab Jay disertai dengan anggukan kecil lalu kembali melangkah menuju ruangannya. Ceklek. Ia membuka pintu ruangannya lalu meletakkan laptop yang dibawanya ke atas meja dan mendudukkan dirinya di sofa lebar nan empuk tersebut. Dia menyandarkan tubuhnya ke sofa, mencoba beristirahat sejenak dari pekerjaan yang jenuh dan melelahkan. Tok tok tok Jay sontak mengalihkan atensinya pada pintu yang diketuk tersebut. “Jay, ini Papa!” seru orang dari luar sana. “Ya, Pa. Masuk!” sahut Jay dari dalam. Reno, Papa Jay pun terlihat memasuki ruangan Jay. Jay sontak berdiri lalu mempersilakan

