74 | Di Siksa

3602 Kata

"Gue langsung balik, ya!" kata Karrel memandang Retha yang baru keluar dari dalam Ferrari putihnya. Retha mengangguk-angguk cepat sambil tersenyum, "Jangan ngebut!" "Oke Kazumi!!" balas Karrel sambil mengangkat jempol kirinya, dengan tangan kanan memegang setir kemudi mobilnya, "Masuk sana! Oh ya, jangan lupa langsung makan," sambungnya. "Siap," balasnya ceria. Karrel tertawa, kemudian mengangkat tangan kirinya sebagai salam perpisahan, sebelum akhirnya, mobil putih itu kembali melaju cepat, meninggalkan halaman rumah Retha yang luas itu. Retha tersenyum cerah. Melambaikan tangannya pada Karrel yang sudah di gerbang depan. Lalu membalikkan badan, memasuki rumah bergaya Eropa Jawa itu. Masih dengan senyum yang belum juga luntur, Retha pergi ke tangga, menuju kamarnya yang di lantai dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN