73 | Baikan

1618 Kata

Karrel membuka matanya perlahan. Keningnya berkerut dalam, ketika samar-samar, seseorang memegang pelipisnya, mengecek suhu badannya. Pemuda tampan itu mengerjap lagi, melihat dinding putih dengan tirai hijau, dan beberapa tempat tidur. Jelas, ini UKS. Tapi Karrel menarik nafasnya kaget, ketika Retha tau-tau nongol di sebelah kirinya, mendekatkan wajah seakan memastikan cowok itu bangun. Hening selama beberapa saat. Keduanya saling berpandangan, dengan Karrel yang membatu, sementara Retha mengangkat alis tinggi, sambil merapatkan bibir. Saat benar-benar sadar, Karrel langsung mendorong jidat Retha dengan jari telunjuknya agar gadis cantik itu menjauh. "Ngapain lo?" tanya Karrel parau dan jutek, membuat Retha ternganga. "Nemenin elo," balasnya tenang. "Nggak butuh gue. Pergi-pergi!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN