Tangan Karrel mencengkram kuat setir kemudi ninja hitamnya. Motor besar itu, berbelok ke jalan Panglima Polim, melewati pertokoan elite dan GOR besar. Kecepatan motor hitam itu, jadi meningkat, seiring dengan kuatnya cengkraman tangan pemuda tampan, dengan helm fullface itu. Rahangnya mengeras, menatap tajam jalan lenggang sore itu. Tidak peduli dengan derasnya hujan, yang seakan menampar wajahnya sekarang. Dia sudah terlalu tersinggung mendengar gadis itu akan pergi ke Jepang, dalam jangka waktu lima bulan lagi. Bahkan nggak ada setengah tahun Retha pergi, dan dia baru tau??? Karrel mengumpat, menarik gas dengan cengkraman tangan keras. Suasana jalanan yang lenggang karena hujan, membuat cowok itu lebih leluasa untuk ugal-ugalan di jalanan seperti ini. Karrel tau ini egois. Berharap b

