Bab Enam Satu

1650 Kata

Hari sudah menjelang pagi, Elia terbangun dari tidurnya saat merasakan gejolak di dalam perutnya, ia merasa mual, ia segera berlari ke dalam toilet, meninggalkan Arga yang masih terlelap di atas ranjang. “Huekk . . Huekk.” Arga langsung membuka matanya begitu mendengar suara muntahan dari dalam toilet, ia segera bangkit lalu memasuki toilet. Arga membantu memegangi rambut Elia yang terurai, mengenggam nya menjadi satu agar tidak terkena muntahan. Arga selalu mengamati muntahan yang di keluarkan Elia, hanya cairan berwarna putih saja. Arga kini sudah paham, di pagi hari Elia pasti akan bangun dan langsung menuju toilet untuk memuntahkan isi perutnya. Setiap pagi Elia akan merasa jika tubuhnya terasa lemas, namun kondisi nya akan kembali membaik jika ia beristirahat setelah memuntahkan isi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN