Pertama bertemu
Aku baru saja tiba di kantor tempatku bekerja yaitu H Grup Coyang merupakan perusahaan ternama di kota New York.
Belum ada 1 minggu aku bekerja disini sebagai seketaris direktur keungan. Aku menggantikan posisi seketaris sebelumnya karna dia sudah resign dari perusahaan ini
Saat tiba di ruangan, aku segera mengecek beberapa dokumen yang harus ku serahkan kepada atasanku untuk rapat siang nanti bersama Ceo dan petinggi H Grup Colainya.
Ketika aku sedang sibuk mengecek dokumen tiba tiba telepon di sebelahku berdering.
“Halo selamat pagi dengan Elia Jungwirth” ujarku mengangkat telpon.
“Halo El, apakah kau sudah tiba di kantor”ucap Mr. Adam direktur keungan disini.
“Oh ya Mr, saya sudah tiba di kantor dan sedang mengecek berapa dokumen yang akan anda bawa untuk rapat dengan Ceo hari ini” aku aku dapat mendengar sepertinya Mr. Adam sedang berjalan terburu buru di sebrang sana.
“Apa anda baik baik saja Mr. Adam ?”tanyaku
“Tentu El saya baik baik saja, tapi bisakah kau menggantikan ku untuk rapat nanti siang”ucap Mr. Adam dengan nafas terengah engah membuatku mengerutkan kening.
“Tiba tiba saja ada masalah keungan yang harus saya tangani di cabang LA”lanjut Mr. Adam
“Tapi Mr apakah tidak apa apa jika saya menggantikan anda dalam rapat nanti, karena saya juga pegawai baru disini”ucapku dengan sedikit kekhawatiran
“Tentu saja tidak apa apa El, saya percaya kepadamu” Mr. Adam berbicara dengan penuh keyakinan.
“Baiklah Mr saya akan menggantikan anda di rapat nanti siang”aku berbicara dengan sedikit gelisah, karna aku belum pernah bertemu dengan Ceo Smith Co yang katanya sangat arogan dan dingin itu. Dan yah, rumornya Ceo kami sangat tampan. Arogan tapi tampan bukankah itu bukan masalah.
“Baiklah kalau begitu El, goodluck. Aku percaya padamu El” Mr. Adam menutup telfon nya.
Dengan sedikit menghela nafas ku matikan telfon Mr. Adam, aku pun bingung apa yang harus ku katakan nanti pada saat meeting dan bertemu dengan Ceo dan pimpinan dari divisi lain nya.
Sedangkan aku disini adalah karyawan baru.
“Baiklah El, kau pasti bisa mengikuti meeting hari ini dengan baik”gumamku menyemangati diri sendiri sambil mengikat rambutku.
Ku lirik jam tangan mewah ku meskipun jika orang lain melihatnya akan mengira bahwa itu adalah jam yang sangat standar harganya.
“Masih jam 9 pagi, dan aku masih memiliki waktu 2 jam lagi untuk bisa mempelajari dokumen ini”
Jam menunjukan pukul 10.30 siang, aku bergegas menuju ke ruang meeting.Yah meskipun masih ada waktu 30 menit lagi sebelum meeting di mulai.
Aku tersenyum ramah ketika melihat atau melewati beberapa karyawan yang sedang bekerja, karena aku ingin menunjukan sikap ramah dan sopan ku kepada mereka. Bukan untuk pencitraan atau apa, bisa dibilang aku ini orangnya memang ramah.
Saat itu juga aku mendengar bisik bisik dari beberapa karyawan yang sedang membicarakan seketaris Mr. Arga dia Jessie Williams. seketaris Mr.Arga yang mungkin telah jatuh cinta dalam pesona atasanya sendiri.
Memang benar pesona CEO dari H Grup Cotidak dapat di tolak oleh para wanita di kantor ini bahkan mungkin para wanita diluaran sana pun akan jatuh dalam pesona seorang Arga Himawan.
“Bella, lihatlah itu Jessie seketaris Mr. Arga, dia terlihat tergila gila dengan atasanya sendiri”bisik karyawan kepada salah satu temanya.
“Kau benar sekali, lihatlah dia selalu mengoceh kesana kemari tetapi Mr. Arga hanya menanggapi dengan bergumam bahkan terkadang dia pun diam saja”balas teman nya.
“Aku rasa Mr. Arga sangat risih dengan seketaris nya itu”
Yah seperti itulah bisik bisik yang aku dengar dari para karyawan disini. Aku mengangkat kedua bahu ku dan Aku pun tetap melanjutkan langkah ku menuju ruang meeting.
Pada saat ingin memasuki lift, aku bertemu dengan Mr. Arga dan Jessie.
Ini adalah kali pertama aku bertemu secara langsung denganya, biasanya aku hanya melihat wajahnya melalu majalah atau pun di media sosial.
“Selamat siang Mr. Arga”sapaku dengan hormat kepadanya.
Mr. Arga hanya membalas dengan anggukan saja kemudian memasuki lift dengan seketarisnya.
Setelah Mr. Arga pergi, akupun bergumam dengan diriku sendiri setelah memasuki lift yang berbeda, karna lift CEO dan karyawan terpisah di kantor ini.
“Oh my gosh dia sungguh tampan dan sangat berwibawa dengan wajah angkuhnya itu”cicitku pelan sambil merapikan kemejaku.
Setelah sampai di lantai 12 aku segera menuju ke ruangan meeting.
Aku pikir aku adalah orang pertama yang sampai diruang rapat tapi aku salah, sudah banyak yang datang dan mengisi kursi yang kosong. Hanya menunggu beberapa orang lagi dan yang pastinya Ceo karena masih belum datang.
Aku langsung saja duduk di kursi dan menyapa beberapa petinggi disini.
Aku duduk di sebelah seorang wanita setengah baya yang masih sangat cantik dan bugar di usianya sekarang ini.
“Selamat siang Mrs, perkenalkan Saya Elia Jungwirth seketaris dari Sir Adam”sapaku padanya.
“Selamat siang Elia, kau cantik sekali”
“Omong omong kenapa kau yang hadir dalam meeting kali ini, kemana tua bangka itu Elia “gurau wanita paruh baya itu dengan senyuman yang menawan.
“Terimakasih Mrs, anda juga terlihat sangat cantik dan bugar. Sir Adam sedang ada urusan mendadak Mrs?”aku menjawab dengan sedikit bingung karna aku tidak tau nama wanita ramah di sebelahku ini.
“Brisiana Himawan”gumamnya dengan senyum ramah.
“Apakah Mrs, Ibu dari Mr. Arga”tanyaku bingung, karna marga mereka sama. Jujur saja aku kurang mengetahui seluk beluk keluarga Himawan, meskipun H Grup Cosudah sangat terkenal.
“Benar Elia, aku adalah Ibu dari anak angkuh itu” jawabnya terkekeh ketika menyebutkan putranya arogan. Sungguh Mr. Arga adalah bibit unggul, lihatlah ibunya saja cantik dan awet muda.
“Panggil saja aku dengan El, Mrs. Brisiana”ucapku dengan ramah.
“Baiklah”
Sambil menunggu CEO kami datang aku dan Mrs. Brisiana membahas tentang beberapa topik. Termasuk membahas anak nya yang arogan itu.
Tepat pada waktunya Mr. Arga masuk ruangan meeting, tentunya bersama dengan Jessie.
Dan tanpa di sengaja, kami saling bertatapan untuk beberapa detik. Aku pun langsung mengalihkan pandanganku darinya.
“Kenapa dia menatapku seperti itu, semakin membuat ku tertarik denganya saja. Jantung tolong jangan berulah”ucapku dalam hati.
Selama meeting di mulai, aku merasa jika Arga terus saja memperhatikan ku dari kejauhan.
Aku tidak ambil pusing dengan itu,t etapi ketika aku menatapnya di langsung saja mengalihkan pandanganya ke objek lain.
“Ada apa denganya dan apa salahku”gumamku.
POV ARGA
Aku masih terus memperhatikan dia,wanita yang duduk di sebelah Ibuku.Dia terlihat sangat cantik dengan make up natural dan dengan senyum yang sangat ramah kepada setiap orang.
Bahkan kulihat Ibu ku pun mengobrol denganya tadi saat aku memasuki ruangan meeting.
“Siapakah wanita ini,aku baru pertama kali melihatnya di kantor dan di ruangan meeting”
“Apakah dia karyawan baru disini?”
“Sepertinya aku harus mencari tahu tentang dia nanti”gumamku dalam hati sambil mendengarkan presentasi yang sedang berlangsung.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue