Pukul 6 pagi Elia terbangun dari tidurnya, dia mematikan alarm ponsel nya kemudian bersandar di tepi kasur dan meminum segelas air putih. Dia merasa sedikit tidak enak badan, semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan perlakuan Vino kepadanya, ia takut setelah ini Vino akan kembali mengganggu kehidupan nya. Ia juga memikirkan betapa baik Arga terhadapnya, apalagi mereka juga baru pertama kali bertemu, setiap kali memikirkan Arga ia melupakan masalah yang di lakukan oleh Vino. Pagi ini ia harus bekerja seperti biasanya, ia turun dari kasur kemudian menanggalkan pakaian dan masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual pagi nya. Setelah selesai melakukan ritual pagi, Elia sibuk mencari pakaian yang harus ia gunakan ke kantor, ia terus saja berjalan di walk in closet nya mencari pakaian yang cocok, dan akhirnya ia pun memilih pakaian yang ia pakai sekarang ini. Kemudian ia pun menggunakan make up tipis dan sedikit menata rambutnya. Setelah semua nya siap, Elia turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya sendiri. Dia hanya memakan semangkuk sereal dan buah buahan saja. Di sela sela kesibukan makan nya tiba tiba saja ponsel nya berdering menandakan ada panggilan masuk.
“Mommy”nama yang tertera disana.
“Good morning mom, ada apa menelpon ku mom?”tanya Elia.
“Good morning sweetie, apa kau baik baik saja?”
“Tentu aku baik baik saja mom, mom dan dad apa kabar, apa kalian cukup tidur?”aku tidak menceritakan kejadian semalam kepada mom karena aku tidak ingin membuat mereka khawatir padaku.
“Tentu saja kami baik baik saja, kapan kau akan pulang kerumah sweetie?”ucap mom Hannah pada El.
“Jika aku libur aku akan berkunjung kerumah mom, sudah dulu ya mom aku ingin berangkat bekerja, salam untuk dad. I love you”
“I love you too sweetie, kami merindukan mu”ucap mommy Elia.
“Miss you too my love”balas Elia kemudian ia mematikan ponsel dan bergegas menuju ke kantor.
Di waktu yang sama tetapi di lain tempat, Arga baru saja terbangun dari tidur nya. Ia kemudian meminum segelas air putih dan mencari tablet nya untuk mengecek jadwal hari ini. Jessie yang selalu menata jadwal ku setiap hari, karena itu adalah pekerjaan nya dan sudah menjadi kewajiban dia. Arga selama tahu bahwa sebenarnya Jessie menaruh rasa pada nya, tapi Arga bersikap biasa saja kepada Jessie, dia hanya mengganggap Jessie adalah seketarisnya saja tidak lebih dari itu. Terkadang Arga risih dengan sikap manja Jessie yang terkadang menggoda bos nya secara terang terangan.
Jika para wanita melihat Arga sedang bangun tidur seperti ini akan di pastikan mereka akan bersorak sangat gembira, lihat saja penampilanya sekarang rambut yang berantakan,badan yang atletis serta kalian bisa melihat bentuk abs Arga, Karena Arga terbiasa tidur hanya menggunakan boxer atau di tambah dengan celana piyama saja. Apalagi jika kalian mendengar suara khas bangun tidur Arga, DAMN! Sangat menggairahkan.
Setelah melakukan ritual pagi nya disini lah Arga berada, menyantap sarapan paginya di ruang makan bersama dengan James di sisi kirinya. Kemudian Arga berangkat ke kantor dengan James sebagai supirnya. Arga duduk di kursi belakang sambil memeriksa beberapa pekerjaan melalui tablet yang ada di tangan nya. Tidak terasa kini ia sudah berada di depan kantornya, begitu ia kelur dari mobil para karyawan menegur atau bahkan membungkuk untuk memberi salam hormat kepada CEO mereka, tapi Arga tidak menghiraukan mereka dan tetap berjalan menuju ruangan nya yang di ekori oleh James.
Saat Arga hendak memasuki ruangan nya disana terlihat Jessie sudah duduk di depan meja kerjanya, sebenarnya Jessie adalah wanita yang baik dan pekerja keras, dia selalu dapat di handalkan dan bekerja dengan cepat. Tetapi di balik itu semua Jessie seperti w************n di hadapan Arga, dia selalu menggoda bahkan menyerahkan tubuhnya kepada Arga. Bukan Arga yang memintanya tapi Jessie lah yang menawarkan tubuhnya secara terang terangan dan gratis kepada Arga. Mungkin dengan cara itu Jessie berpikiran bisa mendapatkan hati Arga, justru itu semakin membuat Arga sangat tidak menginginkan Jessie untuk menjadi kekasih nya. Arga tahu bahwa Jessie tidak hanya memberikan tubuh nya itu kepada Arga, tetapi dia juga kepada pria lain. Jika kalian berpikiran Arga sering bercinta dengan Jessia, jawaban nya adalah tidak. Jessie bekerja sudah 2tahun dan Arga karena ia harus menggantikan posisi seketaris sebelumnya, dan Arga hanya pernah bercinta 2 kali dengan Jessie dan tidak akan pernah lagi. Sejujurnya Arga pun sangat muak dengan tingkah laku Jessie yang selalu saja menggoda nya, tapi ia juga harus profesional karena memang kinerja Jessie sangat bagus, yah sejauh ini Arga masih bisa mengatasi tingkah laku Jessie kepadanya.
Jika Jessie mulai menggoda nya Arga pun akan menggoda ia kembali, Arga hanya membuat wanita itu terangsang kemudian ia menyudahi kegiatan tersebut.
“Selamat pagi Mr.Arga”sapa Jessie kepada atasanya itu.
“Bawa dokumen yang harus saya tanda tangani dan periksa”ucap Arga tanpa membalas sapaan Jessie.
“Baik Mr.Arga”kemudian Jessie kembali ke ruangan nya.
James yang juga berdiri di sisi luar ruangan Arga pun hanya,mengamati tingkah Jessie pada atasan nya itu. Bahkan James pun juga tau jika Jessie menyukai Arga.
Setelah kembali mengambil dokumen yang akan di serahkan Arga, kini Jessie sudah berada di depan pintu ruangan itu.
“Hei James buka kan lah pintu ini untuk ku, mengapa kau hanya diam saja huh?”omel Jessie pada James.
“Apa kau ingin di pecat oleh Mr.Arga?”
Tanpa mengeluarkan sepatah kata James akhirnya membukakan pintu untuk Jessie, dan Jessie langsung saja masuk ke dalam tanpa mengatakan terimakasih.
“Dasar wanita tidak sadar diri, posisinya disini pun hanya sebatas seketaris tapi berlagak seperti kekasih Mr.Arga”gumam James.
“Permisi Mr.Arga, ini dokumen yang harus anda tanda tangani dan periksa”ucap Jessie sudah berdiri di samping Arga.
“Jam berapa meeting dengan perusahaan Benedict di mulai, dan siapa kah perwakilan yang akan datang di meeting kali ini?”tanya Arga kepada Jessie.
“Setelah jam makan siang Mr.Arga”jawab Jessie dengan tangan yang sibuk mengelus lengan Arga.
“Baiklah kau bisa keluar dan persiapkan semuanya”
“Baik Mr.Arga”ucap Jessie tepat di telinga Arga.
Setelah Jessie keluar dari ruangan ini, Arga pun melanjutkan pekerjaan nya.
“Dasar w************n”omel Arga karena ia sangat jengah dengan tingkah laku seketarisnya itu
“Kau pikir aku akan tergoda hanya karena kau pernah memberikan tubuh mu itu padaku, oh b***h”ucap Arga dengan menyunggingkan senyuman remeh.
Tbc..