bc

BABY UNTUK CEO KU

book_age18+
336
IKUTI
1.5K
BACA
family
CEO
sweet
brilliant
genius
office/work place
polygamy
like
intro-logo
Uraian

Selama 4 tahun menikah Selvi dan Gilang belum dikarunia seorang anak sehingga keluarga Gilang terus mendesak Selvi untuk segera mempunyai anak, karena mulai tertekan akhirnya Selvi mempunyai ide agar Gilang menikah lagi dan mempunyai anak dari istri keduanya. Selvi mencari calon yang cocok untuk istri kedua Gilang dan pilihannya jatuh kepada sekretaris sang suami yaitu Cassandra Putri .

Apakah Cassandra menyetujui permintaan Selvi?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bulan Madu
Hari ini merupakan hari kepulangan Selvi dan Gilang dari bulan madu mereka yang sudah entah keberapa. Mereka rutin berbulan madu agar ketika pulang dari bulan madu Selvi hamil tapi sampai sekarang hal itu belum pernah terjadi walaupun begitu keduanya tetap berusaha agar Selvi cepat hamil. Setelah sampai di bandara Selvi dan Gilang dijemput oleh sopir pribadi Gilang. Sopir memasukan koper ke bagasi dan Selvi serta Gilang masuk kedalam mobil. Beberapa menit setelah mobil jalan sopir yang bernama pak Agung bertanya mereka ingin menuju kemana. "Selamat datang tuan dan nyonya selamat berbulan madu. Ini kita mau pergi ke rumah nyonya Andini atau langsung pulang ke rumah sendiri tuan? Tanya pak Agung secara sopan. "Kita ke rumah mama dulu ya pak." "Engga papa kan honey kita ke rumah mama dulu? kita bertemu sama keluarga besar aku dulu." Tanya Gilang. "Hmmmm iya boleh. " Jawab singkat Selvi. Sebenarnya Selvi ingin segera pulang ke rumah untuk istirahat, ia belum siap bertemu dengan anggota keluarga Wijaya lainnya tetapi apa boleh buat ia harus mengikuti keinginan suaminya. Setelah perjalanan selama 25 menit akhirnya keduanya sampai juga di rumah Putra Wijaya dan Andini Wijaya yaitu kedua orang tua Gilang. Gilang merupakan anak pertama dan ia mempunyai adik yang bernama Galang yang saat ini sedang mengambil alih Hotel wijaya. Saat sampai di dalam rumah keluarga Wijaya keduanya disambut oleh keluarga besar Wijaya, tentu disitu juga ada nenek Gilang yang tentu usianya tidak muda lagi. "Waduh - waduh ada pengantin baru nih baru pulang bulan madu." Goda tante Putri yang tak lain adalah adik papanya yang pertama. "Biar awet muda tante dan tetap harmonis." Jawab Selvi. "Bener itu Sel sekalian refreshing ya." Jawab tante Putri. "Aduhhhh sudah honeymoon jauh - jauh lama lagi, gimana Sel udah berasa tanda isi belum?" Tanya tante Rena ipar papa. "Hmmm belum tante mungkin lagi berennag mencari tempatnya." Jawab Selvi sambil bercanda tetapi dalam hati Selvi sangat tersinggung dengan perkataan tante Rena. "Santai aja kalian juga masih cukup muda." Jawab nenek tenang, padahal nenek juga paling ingin melihat cicitnya. Akhirnya Putra mengajak semuanya untuk makan bersama karena semua sudah berkumpul. Putra juga merasa kasihan kepada menantunya ia takut Selvi semakin tertekan, walaupun ia juga menginginkan cucu dari Gilang dan Selvi tetapi ia juga tak ingin membuat keduanya merasa tertekan dan kurang nyaman berada disekitar keluarga. **** Setelah selesai makan bersama sebenarnya Gilang dan Selvi ingin segera pulang ke rumah mereka tetapi sang mama menahan mereka agar tetap berada di rumahnya. Akhirnya Gilang dan Selvi mengiyakan permintaan mamanya, mereka sekarang berada di kamar Gilang waktu sebelum menikah. "Lama juga ya engga tidur di sini hon." "Hmmmm aku jadi kangen kamar ini." "Apa kamu mau menginap di sini malam ini? " Tanya Selvi kepada Gilang. Gilang kemudian menoleh kepada Selvi, "Aku ingin tidur lagi di sini tetapi kalau kamu engga nyaman kita bisa pulang. Saat ini kenyamananmu adalah hal yang penting." Jawab Gilang. Mendengar jawaban Gilang membuat Selvi merasa terharu ia tahu Gilang selalu memperlakukannya seperti tuan putri, Gilang selalu mengutamakan kenyamanannya beberapa tahun terakhir. "Aku tak apa jika kita menginap di sini. Aku rasa kita juga sudah lama tidak menginap di sini dan berkumpul bersama keluargamu." Selvi mulai memeluk Gilang. "Oke mari kita tidur dulu, aku masih mengantuk." Ajak Gilang. Keduanya saat ini terlelap tidur karena kelelahan setelah perjalanan pulang dari bulan madu. Selvi berencana tidur sebentar dan akan turun kebawah untuk membantu mamanya memasak makan malam untuk keluarga besar Wijaya. **** Sekitar 1 jam kemudian Selvi turun ke bawah, di lantai 1 ini Selvi menemukan sepupu - sepupu dari Gilang. "Hai sayangnya aunti makin gembul aja sih." Gemas Selvi kepada Rara bayi dengan usia beranjak 4 tahun. "Halo aunti Rara kangen sama aunti loh." Balas Rani sang ibu Rara karena Rara asyik bermain bonekanya. "Hai Ran apa kabar? Masih sibuk di kantor?" Tanya Selvi. "Sudah engga Sel udah mai fokus aja sama bocil aja." "Bener harus extra buat si baby, biar kita melihat tumbuh kembangnya." "Sel kamu udah isi belum?" Tanya Erica kepada Selvi. "Belum Er doakan ya cepat isi." "Iya aku doakan, kamu engga mau coba bayi rabung Sel aku punya kenalan dokter." Tawar Erica. "Aku sudah pernah membicarakan ini sama Gilang tapi dia belum mau ambil cara ini." Jawab Selvi sedih. "Haduh Gilang maunya yang natural aja ya." Canda Andre menimpali jawaban Selvi. Mendengar jawaban Andre, Erica tentu melempari Andre dengar bantal sofa, "Aduh apa - apaan sih kamu Er benerkan yang aku omonging." Gerutu Andre. "Bener sih tapi kamu harus lihat dong ada bocil nih disini." "Aduh sayangnya om jangan dengerin ya perkataan om tadi dan jangan ikutin aunti Er yang bawel." Andre mengajak Rara bicara dengan nada yang menggemaskan. **** Kini Mama Gilang dan tante Putri sedang masak - masak. Saat ini mama sedang membuat kue bolu untuk semuanya. "Hai mam sedang buat apa?" Tanya Selvi memeluk Andini. "Hai sayang mama sedang buat bolu kamu suka kan?" selvi menjawab dengan anggukan kepala. "Sel tante segede gajah ini engga kelihatan kali ya, yang disapa cuma mbak Andini aja." Gerutu tante Putri. Walaupun sebenarnya tante Putri suka berbicara pedas kepada Selvi tetapi sebenarnya ia sangat ramah hanya kadang ucapannya tidak bisa dikontrol. "Aduh tanteku yang cantik marah nih engga disapa. Gimana tante sehat?" "Seperti yang kamu lihat tante sehat dong dan makin bahagia karena bentar lagi Johan mau nikah." "Wah selamat ya tanteku seneng deh Johan akhirnya nikah." Andini yang mendengar percakapan keduanya hanya tersenyum ia tahu kadang hubungan mantunya dengan Putri sedikit bermasalah dan baikan lagi hal itu dikarenakan ucapan Putri yang kadang tidak bisa direm dan ceplas ceplos. Saatnya makan malam semua anggota keluarga sekarang berkumpul. Suasana di meja makan sangat ramai ditambah dengan kehadiran Galang. Karena banyak bergurau Galang akhirnya di tegur oleh sang nenek agar tidak terlalu berguraunya. Setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk berbincang. "Duh yang habis bulan madu kok tambah nempel aja nih panas loh jadinya ini." Goda Galang. "Panas ya lang kalau jomblo lihatnya." Goda Andre kepada Galang. "Enak aja gue engga kepanasan loh." "Loh situ jomblo ya, duh maaf ya Lang lupa abang." Andre menjawab dengan pura - pura wajah bersalah. "Dih apaan sih lo bang daripada ditinggalin sama ayang waktu sayang sayangnya sih mending lihat yang panas ini gue mah." Ledek Galang, "Kampret ya lo Lang, gue bilangin ke Nana aib lo." Ancam Andre. "Apaan sih bang ngancemnya engga seru banget sih lo." Galang menjawab dengan wajah tidak santainya. "Nana HRD mu itu Ndre? " Tanya Putri mama Andre. "Iya mah Nana itu Andre lihat beberapa kali Galang ke kantor Andre ya cuma buat ketemu si Nana, pdkt kayanya mah tapi engga digubris sama Nananya kan kasihan ya mah ckckckck. " Andre menjawab dengan mendramatisir. "Bang apa - apaan nih membuka tanpa persetujuan." "Lang kenalin dong sama mama yang namanya Nana Nana itu." Pinta mama Galang. "Ma namanya juga lagi pdkt masa dikenalin ya nanti kalau udah resmi dong." Jawab Galang terus terang karena sudah tertangkap basah oleh keluarga sedang mendekati HRD kantor Andre. "Ya kapan?" Tanya Gilang. "Sabar dong kak, sebentar lagi deh." Jawab asal Galang. Malam ini dihabiskan dengan mengobrol tentang berbagai topik tapi yang paling seru ketika menggoda Galang yang sedang mendekati karyawan Andre. Galang tentu tidak bisa mengelak lagi dan pasrah saja menjadi bahan obrolan keluarga. *Chapter pertama mohon koreksinya, komen dan likes pembaca sangat berarti untuk penulis* *Terima Kasih*

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook