Galang

1278 Kata
Jam makan siang telah tiba dan Galang telah tiba di kantor Andre abang sepupunya. Setelah sampai kantor Andre Galang masuk ke dalam ruangan Andre. "Hai bang makan siang yuk." Ajak Galang to the point. "Halah halah tumben banget kesini tanpa paksaan ada maunya ha lo. " Tuduh Andre. " Jangan berburuk sangka dulu bang siapa tahu gue beneran kesini mau ngajak abang nakan siang." Canda Galang. "Apa kamu bilang beneran?" Tak percaya Andre mendengar hal itu, "Sana pergi dari ruangan gue gue tau tujuan lo kesini." Usir Andre dan Galang tertawa mendengarnya. "Perhatian banget sih bang doain gue ya bang biar dia mau sama gue." "Jijik tahu Lang liat lo kasmaran gini." kemudian Halang pergi menuju ruangan HRD. Tok tok tok Galang mencoba mengetuk pintu ruangan dan dijawab dari dalam. "Siapa ya?" Tanya Nana karena ini merupakan jam makan siang biasanya tidak ada yang mengganggunya karena tidak ada jawaban dari luar akhirnya Nana membuka pintu. Cklekkk "Hai cantik." Sapa Galang dengan senyumannya. "Loo." Galang mulai masuk ruangan Nana tanpa dipersilahkan masuk kemudian duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut. "Hei kok lo masuk sihh, keluar sana gue mau makan siang." Usir Nana. "Nah sama gue juga mau makan siang yaudah bareng aja daripada kamu engga ada temennya." Ajak Galang. "Ck gue engga ada temennya juga engga papa. Terserahlah." "Gue udah pesenin chicken buat kita lo suka kan." "Hmm terserah lo udah lo pesen juga." "Hehehe iya juga sih. Lagi ngerjain apa sih kamu?" " Lagi lihat kebaya untuk tunangan." Mendengar kata tunangan dari mulut Nana tentu Galang terkejut dia kemudian mendekat duduk di samping Nana. "Apaaa tunangan siapa? lo?" Tanya Galang dengan raut terkejut. "Kalau iya kenapa emang?" Balas Nana dengan wajah tanpa dosanya. "Hei mana bisa lo kan punya gue. Sebelum tu lo depan penghulu gue masih bisa rebut lo." Sombong Galang. "Dasar gila, ini kebaya kakak gue buat dia tunangan." Jelas Nana. "Oh kakak lo, gue diundang engga?" "Dateng aja lagian pasti keluarga elo ada." "Oke pilihin gue batik yang sama kek punya lo dong biar kita couplean." "Dih apaan sih dikira orang nanti kita pacaran." "Iya engga papa, kan lo jadi ada temennya." "Dih engga lo temenin juga engga papa kali. Dah makan aja sana." Makanan yang dipesan Gwlang sudah datang sejak tadi. "Gimana enak engga? ini kesukaan gue." "Enakkk rasanya pas di lidah gue ini." "Berarti kita jodoh kan makanan aja udah satu selera." "Kalau lo masih gombal terus mending lo keluar aja makan diruangan pak Andre aja sana." Usir Nana karena daritadi Galang mengeluarkan gombalan - gombalan yang membuatnya merasa geli mendengarnya. Mereka kini menikmati makan siang bersama, terkadang Galang melontarkan pertanyaan kepada Nanan dan dijawabnya. Galang merasa hal - hal kecil seperti ini dapat mempererat dan mempercepat proses pdktnya, semoga Nana peka akan tingkah Galang beberapa minggu terakhir. "Oh ya besuk weekend mau engga lo ikut gue." Tanya Galang setelah selesai makannya. "Ikut lo kemana?" "Ikut gue ke rumah nenek gue, besuk kakak gue sama kakak ipar juga ke sana masa gue didalam mobil jadi obat nyamuknya sih." "Ya engga papa itukan fungsi lo yang berisik banget." "Lo tuh ya" Gemas Galang ia kemudian mengusal kepala Nana. Nana yang diusap kepalanya merasa terkejut dan mulai merasakan hal yang aneh pada dirinya. "Ishhh jadi berantakan rambut gue." "Mana ada kan aku cuma elus kepala kamu bukan acak - acak tu rambut. Gimana mau engga besuk ikut gue temani gue." "Tapi jangan aneh - aneh lo ya." "Aneh gimana?" "Ya contohnya lo ngaku jadi cowok gue itu aneh Lang." "Hehehe oke, tapi mau kan?" "Hmmmmm" "Oke deh kalau gitu gue balik kantor dulu ya cantik semangat kerjanya." Pamit Galang kemudian mencium kening Nana dan setelahnya ia lari kencang. Nana terkejut dengan perilaku Galang barusan setelah tersadar dari terkejutannya..... "Galaaaaaangggggggg kampret ya." Teriak Nana kemudian memegang kening yang telah dicium Galang tadi. **** Nana saat ini menginap di rumah Sandra, mereka telah sahabatan selama 3 tahun terakhir. Sandra saat ini sedang membuatkan Nana pasta kesukaannya. "Silahkan tuan putri ini pastanya sudah jadi semoga sesuai selera." Canda Sandra. "Terima kasih ya dayangku hahahah." Jawab Nana dan mereka tertawa bersama. "Gimana kerjaan lo amankan di kantor?" "Aman Na tapi bosnya agak serem mukanya." "Emang kenapa dengan mukanya pak Gilang?" Tanya Nana penasaran. "Selama gue kerja di sana gue engga pernah lihat dia senyum tahu Na, coba kalau senyum pasti tambah ganteng." "Inget San dia suami orang wkwk, emang sih rumput tetangga lebih hijau ya. Ya mungkin dia begitu kali San cool gitu beda sama adiknya yang pecicilan abissss pusing gue lihatnya." "Loh lo kenal adiknya pak Gilang?" Tanya Sandra. "Tahulah San dia sering ke kantor." "Kok bisa sih gimana ceritanya gamau tahu harus cerita." Desak Sandra. "Jadi pemilik Santosa Grup pak Hilman Santosa itu adik ipar pak Putra nah sekarang yang megang anakya pak Andre sepupu pak Gilang dan Galang." "Oh namanya Galang terus terus." "Kenal pertama kali sama Galang ya pas nemenin pak Andre makan siang habis meeting sama klien waktu itu sekretarisnya lagi sakit yaudah gue yang gantiin, dari situ Galang mulai deketin gue deh." "Menurut lo ganteng engga Galang Galang itu?" Tanya Sandra. "Ganteng sih San tapi tetap gantengan pak Gilang." "Yeuuu tadi aja nyuruh aku sadar dia udah punya iatri lah situ juga engga inget." "Hehehe maaf maaf tapi itu kenyataan." "Lalu respon lo gimana tahu bahwa si Galang deketin lo?" "Ya gimana gue awalnya sebel risih ada dia yang ganggu gue terus tapi akhir akhir ini dia lebih sering sweet sih, jantung gue juga berdebar tiap dia ngelakuin hal - hal kecil yang sweet." Jujur Nana. "Duh duh duhh yang lagi kasmaran mah beda yah." "Bukan kasmaran ya San, gue belum ada rasa sama dia cuma lagi deg - degan aja." "Oke - oke tunggu aja bentar lagi lo juga luluh sama si Galang." San menurut lo dia gue kasih batik yang senada engga ya sama gue buat acara pertunangan kak Lisa?" "Emang dia gimana Na mau batik yang sama kaya elo apa gimana?" "Iya San tadi waktu makan siang dia minta gitu kalau gue kasih nanti dikira gue ada hubungan lagi sama dia kalau engga ya gimana dia baik sama gue." Cerita Nana. "Na gini deh dia udah deketin lo berapa lama?" "Kurang lebih 4 bulan San." "Nah selama 4 bulan ini lo udah merasa tertarik belum sama Galang? Jawab jujur." "Hmmm" "Hmmm apa nih Na?" "Iya gue mulai tertarik sama dia." "Lo mau kasih kesempatan dia buat lebih dekat sama ku maupun keluarga?" Tanya Sandra dan dibalas anggukan kepala oleh Nana. "Yaudah gitu aja bingung berarti kamu udah menerima keberadaan dia, kalau semisal nanti kalian ditanya apa kalian pacaran atau tidak jawab aja doakan kan beres semua Na. Udah kasih aja batiknya yangs enada sama kebaya lo kali." "Oke dehhhh San San gue yang paling cantik terima kasih atas pencerahannya." Malam ini mereka berdua menghabiskan waktu untuk mengobrol dan menonton drakor, karena kesibukan pekerjaan mereka masing - masing mereka saat ini jarang bertemu sehingga sekali bertemu mereka tidak akan berhenti mengobrol. *** "Hai buat bolu apa?" Tanya Gilang. "Hai hon aku buat bolu pisang kesukaan nenek nih semoga rasanya enak." "Kamu jadi ikut kursus buat kue?" "Udah masuk kelas 2x hon nah ini aku buat nenek special." "Makasih ya sudah sabar ngehadapin nenek." Ujar Gilang sambil mengelus kepala Selvi. "Kamu tidak perlu khawatir aku selalu sabar nanti nenek juga mengerti kok." Awal pernikahan Selvi dan Gilang semua begitu harmonis danmenyayangi Selvi tetapi karena Selvi tak kunjung hamil maka perlakuan mereka berbeda walaupun mereka tetap baik dan perhatian kepada Selvi tapi mereka tidak sehangat dulu seperti neneknya Gilang yang semakin dingin kepada Selvi. *Apabila ada salah kata boleh banget dikoreksi, like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis* *Terima Kasih*
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN