BAB 48

1289 Kata

“Benar? Aku boleh antar Kalila sekarang?” Kira membulatkan mata tak percaya. Ayahnya benar-benar tidak sedang kerasukan, kan, hari ini? Kenapa dia bersikap baik begini sejak tadi? Kira jadi takut. “Iya. Toh, pengasuhnya Kalila lagi sakit. Tapi ingat, jangan lama-lama dan lekas pulang! Paham?” “Siap, laksanakan!” Kira memberi hormat dengan antusias. Lantas bergegas menuju Kalila yang masih berdiam diri di bangku kedai tanpa suara. “Ayo kita pulang!” kata Kira pada anak itu. Tanpa diduga, Kalila menggeleng pelan. “Tunggu Papa pulang aja, biar kalian ketemu. Kalian sudah dewasa, tapi marah-marahan dan nggak mau ketemu lagi. Bukannya itu kekanakan?” Kalila bergumam, masih terdengar agak kesal. Mungkin, karena Kira tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kira menghela napas. Duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN