Brian menyandarkan punggungnya pada dinding tembok berwarna putih. Menatap kosong pada ubin. Lalu menoleh saat pintu kamar Kalila yang berada tepat di sisi kanannya terbuka, menampakkan sosok Kira yang keluar dari sana. “Kalila udah tidur. Aku harus pulang sekarang,” ujar wanita itu segera. Brian menegakkan kembali punggungnya. “Tunggu,” katanya, mencekal lengan Kira, lalu bergeming selama dua detik, dan melepaskan kembali cekalan tangannya dengan perasaan tidak enak tetapi juga kehilangan di saat yang sama. “Ayo kita bicara,” lanjutnya kemudian. Kira tampak tidak berani menatap mata Brian. “Tentang apa?” tanyanya. “Aku ....” Saat Brian tak mampu melanjutkan kalimatnya, Kira menghela napas pelan. “Aku nggak anggap ucapan Kalila tadi, kok. Aku tahu dia Cuma anak kecil,” ucap Kira pelan

