"Tapi apa pun keadaannya, kita tidak pernah bisa lari dari kenyataan. Kita tidak pernah bisa lari dari perasaan luka dan kecewa, sekuat apa pun usaha yang kita punya." *** Brian baru saja keluar dari rumah usai pamit pada Kalila yang begitu tidak ingin ditinggal hari ini. Sampai sebuah taksi yang berhenti di pekarangan rumah menarik perhatiannya. Apalagi, ketika sosok wanita turun dari sana, yang tentu saja segera menangkap kehadiran Brian. Langkah Brian terhenti di ambang pintu. Sementara wanita itu menutup pintu taksi. Mengulas sebuah senyum manis yang mau tak mau, membuat Brian ikut tersenyum juga. "Ada apa? Kenapa ke sini di saat keadaan Ibu belum seutuhnya pulih?" tanya Brian, ketika akhirnya mereka berdua berdiri berhadapan di teras rumah Brian. "Karena kamu nggak jenguk Ibu, Br

