Brian tidak mengerti situasi macam apa yang terjadi sekarang. Sejak beberapa bulan lalu, ketika kali pertama dia bertemu dengan wanita yang kini duduk di hadapannya, Brian tidak pernah menyangka akan bertemu dengannya lagi, apalagi dengan inisiatif wanita itu sendiri. Sungguh tidak. Tapi melihat wanita itu duduk di hadapannya sekarang, menatap dengan penuh perhatian, Brian merasa ada yang janggal. Dia ingat, saat itu bahkan wanita tersebut begitu tak peduli dengan pertemuan yang terjadi. Lalu, kenapa? "Apa aku tampak aneh?" Suara perempuan itu menginterupsi Brian dari kebingungan yang melanda. Maka cepat-cepat Brian mengerjap. Berusaha bersikap senormal mungkin. Barangkali memang, wanita itu memiliki kepentingan dengannya. "Kamu nyuruh karyawan saya bohong mengatakan bahwa ada korban y

