Kira sudah mematut dirinya di depan cermin sejak beberapa waktu lalu. Helaan napas panjang terdengar untuk ke sekian kalinya. Kira benar-benar gugup, sampai dia merasa setiap apa yang ia pakai memiliki kekurangan. Tak henti-hentinya dia merapikan rambutnya yang kini sudah mulai panjang sebahu. Beberapa kali juga memeriksa apakah di baju putihnya terdapat noda ataukah tidak. Apakah baju tersebut kusut dan sebagainya. “Apa bajunya udah cukup sopan? Gimana kalau orang tuanya Brian nggak suka?” monolog gadis itu dengan wajah ditekuk, mengembuskan napas keras-keras. Suara pintu yang terbuka, disusul oleh panggilan ayahnya membuat Kira terkatup diam. “Brian sudah di depan. Kenapa belum keluar?” Kira menyelipkan anak-anak rambutnya ke belakang daun telinga dengan gugup. Perempuan itu lekas ber
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


