BAB 79

1841 Kata

Kira sudah mematut dirinya di depan cermin sejak beberapa waktu lalu. Helaan napas panjang terdengar untuk ke sekian kalinya. Kira benar-benar gugup, sampai dia merasa setiap apa yang ia pakai memiliki kekurangan. Tak henti-hentinya dia merapikan rambutnya yang kini sudah mulai panjang sebahu. Beberapa kali juga memeriksa apakah di baju putihnya terdapat noda ataukah tidak. Apakah baju tersebut kusut dan sebagainya. “Apa bajunya udah cukup sopan? Gimana kalau orang tuanya Brian nggak suka?” monolog gadis itu dengan wajah ditekuk, mengembuskan napas keras-keras. Suara pintu yang terbuka, disusul oleh panggilan ayahnya membuat Kira terkatup diam. “Brian sudah di depan. Kenapa belum keluar?” Kira menyelipkan anak-anak rambutnya ke belakang daun telinga dengan gugup. Perempuan itu lekas ber

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN