"HAHAHA, ya ampun, Gabby. Serius dia bilang gitu?" Ariana kembali tertawa sampai suapan makannya selalu tertunda. "Iya, serius. Dia juga bilang jangan sampai ada yang tau masalah ini, padahal mereka tau duluan daripada dia. Dia yang ngomong, aku yang malu." Gabriel terkekeh lalu tersenyum puas dengan ceritanya sampai Ariana tertawa. "Akhirnya aku bisa liat kamu ketawa lagi," sambungnya. Senyum lebar Ariana usai tertawa perlahan memudar mendengar perkataan Gabriel. Ia berdeham menetralkan suaranya, "Maafkan aku—“ Gabriel mengecup bibirnya memotong perkataan Ariana. "Maaf kamu cukup satu kali, jangan diulang. Aku bakal cium kamu lagi kalau masih bilang maaf." Ariana tidak mengatakan apa pun, ekspresinya menunjukkan rasa bersalah yang mendalam seolah sudah melakukan kesalahan besar pada G

