BEBERAPA saat hening di salah satu suite room hotel di mana Geo dan Ariana berada. Usainya suara rintihan dua insan beradu hingga mencapai puncak kenikmatan yang didapat, kini digantikan dengan deru napas memburu memenuhi ruangan. Menikmati sisa-sisa percintaan mereka. Geo menelentangkan tubuh di samping Ariana lalu menariknya untuk berpe-lukan. Tubuh mereka lengket karena keringat, tapi keduanya tidak merasa risih. Ariana membiarkan kepalanya terbaring di d**a bidang itu. Dengan posisi ini ia bisa merasakan jantung Geo berdetak cepat, tak beda jauh sepertinya. "Kenapa kau kembali?" tanya Ariana pelan setelah mendapat kesadaran penuh untuk berpikir jernih. "Memangnya ada alasan lain selain menemuimu?" Ariana yakin wajahnya sudah bersembu merah tanpa pria itu ketahui. Bersyukur jantung

