Malam sebelumnya... Ariana menengok pada Sello yang berjalan melambat di belakangnya sambil bermain ponsel. "Ini dia kelab malam yang aku maksud, tapi ini pertama kalinya aku ke sini, kalau bukan untuk menemanimu." "Kau tidak pernah ke kelab malam sebelumnya?" tanya Sello mulai menyajajarkan langkahnya dengan Ariana, sambil mengantongi ponselnya ke saku celana. "Pernah, dua kali. Di Paris dan Singaputa kemarin. Tapi belum pernah di negaraku sendiri." Mereka baru saja memasuki pintu utama kelab yang sering Ariana dengar dari pembicaraan rekan kerjanya. Mencari tempat ini Ariana memerlukan aplikasi maps. Ini sudah hari ketiga mereka keluar malam bersama. Sello selalu datang ke rumahnya setiap pukul 7 malam hanya untuk ditemani. Awalnya Ariana kaget, tapi ia mulai terbiasa dan berpikir S

