64. Livia

1221 Kata

Pagi di akhir pekan, rumah masih diselimuti keheningan. Chandra masih terlelap dalam buaian mimpi, sementara Naina sudah sibuk di dapur. Dengan suara berbisik, ia menelepon ibunya. "Tenang saja, Nai. Mama pasti tidak akan cerita ke siapa-siapa," suara Lidya meyakinkan di seberang telepon. "Masa mama mau jelek-jelekin mantu sendiri?" "Nai cuma khawatir, Ma." "Bu Suci mungkin butuh tempat curhat, makanya cerita ke mama. Chandra marah?" "Enggak, sih. Cuma Nai yang takut saja." "Mama gak akan pernah ngomong ke siapa-siapa." "Ke Papa juga jangan," balas Naina memperingatkan ibunya. "Iya, enggak. Untuk sekarang ini kamu fokus sama suami dan mama doakan semoga kamu bisa cepat hamil biar kasih mama cucu." Naina mengamini ucapan ibunya. Begitu percakapan berakhir, ponsel Naina bergetar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN