Ryhsand pov... Sejak kecil aku sudah hidup menderita karena kedua orang tuaku yang tiada karena insiden penggusuran rumah oleh Pemerintah. Kami yang waktu itu hanya rakyat miskin hanya bisa menggunakan sembarang tanah agar bisa didirikan rumah. Sejak saat itu aku bercita-cita kalau aku akan sukses. Aku akan memiliki rumah mewah dan banyak uang agar kejadian itu tak terulang. Aku lebih memilih tinggal dijalanan daripada tinggal di panti asuhan. Hal ini dikarenakan hidup disana dan dijalanan tidak berbeda jauh. Di panti asuhan yang pernah aku tempati, aku mendapat perlakuan kejam dan di eksploitasi. Aku lebih memutuskan untuk kabur. Tentu saja, tidak semua panti asuhan sama. Tapi tetap saja aku trauma. Hingga aku tak sengaja bertemu dengannya, Artemisia. Seorang anak yang mungkin baru ber

