Keenan masih menatap tajam sosok wanita yang saat ini terlihat sangat marah begitu mengetahui rencana esok hari untuk benar-benar menghancurkan saudara laki-laki Lani. Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu saat berani mengusikku! Ini adalah hukuman untukmu karena terus mengangguku!" Tidak berniat untuk menunggu tanggapan dari Lani, Keenan memilih untuk meninggalkan sosok wanita yang membuatnya merasa sangat marah, kesal sekaligus jijik. Ia yang merasa sangat jijik harus menyingkirkan perasaannya demi Freya karena tidak ingin Lani berbicara hal buruk pada wanita baik hati dan suka menolong tersebut. Sementara Lani yang merasa sangat takut akan dihabisi sang kakak karena kesalahannya, ingin merubah jalan pikiran pria dengan tubuh tinggi tegap sudah berjalan meninggalkannya tersebut

