Amarah

1862 Kata

Beberapa saat yang lalu saat jam makan siang di kantin, Keenan yang baru saja mendapatkan petuah panjang lebar dari Freya, hanya mengiyakan perintah untuk menasihati Rudi agar tidak menjadi pria sok kaya. Meskipun di dalam hati, ia ingin tertawa karena Rudi sebenarnya mewakili dirinya. Ia memutuskan untuk membuka suara setelah wanita di sebelahnya tersebut selesai melakukan ritual makan siangnya. Ia pun memilih mengisi perutnya yang dari tadi sudah keroncongan dengan mengarahkan suapan demi suapan ke dalam mulut dan sibuk mengunyah. 'Semoga Freya tidak ada acara malam ini. Oh ya, bukannya dia selama ini selalu diam di tempat kos tanpa pergi ke mana-mana. Pasti malam ini pun juga demikian dan tidak mungkin dia menolak ajakanku untuk makan malam romantis di restoran mewah.' 'Namun, seper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN