s**l! Mendadak Alga gelagapan, "Aku bisa jelasin." "Simpan penjelasanmu itu Al, aku capek mau pulang!" ketus Risa. Lagi-lagi Alga menahannya, "Aku antar." "Makasih! Tapi aku mau pulang sendiri!" Risa berlalu pergi begitu saja. Lebih baik ia pulang kemudian langsung tidur, mengingat beberapa hari ini Risa tidak bisa tidur dengan nyenyak karena beban pikiran yang ada di kepalanya. Melihat punggung Risa yang menjauh, Alga meninju dinding di depannya, "s****n!" umpatnya. Ia tidak suka Risa bersikap seperti itu. Seharusnya ia senang, bukankah ini yang Alga harapkan? Saat semua harapannya menjadi kenyataan, hatinya malah merasakan sesuatu yang cukup membuat dadanya sesak. Namun ia masih mengelak kenapa. Alga juga tidak merasa bersalah atas apa yang dilakukannya saat membela Kara di depan R

