Semilir angin menerpa wajah Risa, diam dan merenung menjadi salah satu hal favoritnya sekarang. Jika mungkin ini adalah jalan yang menjadi takdirnya, tidak ada kata lain selain menerimanya, tetapi saat ini cukup sulit untuk Risa bisa mengikhlaskan semuanya. Dadanya kembali sesak, rasanya menghirup udara bebas tidak semudah biasanya. Tiba-tiba seseorang datang dan duduk di sampingnya, mengalihkan atensi Risa. Dia Alga, laki-laki yang hampir dua hari ini ada bersamanya. Risa hanya meliriknya sebentar lalu kembali menatap lurus ke depan, "Kenapa Al?" "Tidak, aku hanya ingin duduk di sini bersamamu?" Risa menghembuskan nafasnya pelan, "Apa yang membuatmu tiba-tiba berubah?" Karena tadi pertanyaan Risa tidak laki-laki itu jawab, Risa kembali bertanya. Alga berganti menatap Risa lalu menjulu

