Dareen melirik datar Alga yang terkejut mendengar kematian ayah Risa, "Iya gue di sini sejak kemarin nemenin Risa. Soalnya pacarnya sibuk banget, bahkan waktu si Risa hubungin dia nggak bisa." sindirnya. Entah ini pertama kalinya Dareen si dingin dari gua hantu berbicara panjang demi membela Risa. Sungguh seperti ketidakmungkinan yang terjadi. Alga tak peduli dengan apa yang Darren katakan, ia hendak menerobos masuk dan menemui Risa yang sedang duduk di jasad sang ayah dengan punggung bergetar. Namun Dareen menahannya, "Jangan masuk Al!" "Kenapa?" Alga menyentakkan tangan Dareen kasar. "Kasih waktu Risa sendiri, jangan egois!" Mendengar perkataan Darren, Alga menghentikan langkahnya. Ia menatap dari jauh Risa yang memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kerudung hitamnya. Hati Alga

