Part 32

1429 Kata

Risa berjalan lunglai, matanya sembab tubuhnya seakan ikut mati melihat Rahmawan terbujur kaku tak bernyawa, terbalut kain putih di atas brangkar rumah sakit. Ia benci kain putih, ia benci rumah sakit, ia benci dengan segala hal mengenai kematian. Jika begini takdirnya, rasanya lebih baik Risa memilih mati saja. Semua orang-orang yang tulus menyayanginya diambil paksa, entah dosa apa yang Risa lakukan hingga Tuhan membuat hidupnya seperti ini. Tio yang melihat kedatangan Risa langsung memeluk anak sahabatnya erat. Ia tau tidak mudah menjadi Risa, apalagi dengan mata kepalanya sendiri Risa melihat kepergian orang tuanya, "Kenapa secepat ini Om? Padahal Risa baru tau." Suara gadis itu bergetar, namun tidak ada air mata yang keluar. Risa lelah menangis meraung sejak tadi, rasanya air matany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN