Weni melirik Risa yang sejak tadi datang tampak cemberut tak senang, "Ada masalah sama Alga?" Gadis itu menggeleng, ia begini karena masih memikirikan keadaan Rahmawan yang tidak jelas bagaimana, meskipun semalam ayahnya telah mengirim pesan tak membuat Risa lega begitu saja. Tadi pagi ia tak sempat menghubungi sang ayah karena bangun sedikit kesiangan jadi ia harus segera mandi takut Alga sudah datang menjemputnya. "Terus?" "Semalam ayah gue nggak pulang," "Palingan juga lembur Ris," "Awalnya gue pikir juga gitu, tapi perasaan gue nggak tenang Wen," ujar Risa berkaca-kaca. Weni menepuk pundaknya pelan, "Itu cuma pikiran lo, udah gue yakin pasti Om Rahmawan baik-baik saja dan nanti juga bakalan pulang." Ia berusaha menenangkan sahabatnya itu. Risa mengangguk meski perkataan Weni tid

