Satu tahun kemudian... Pagi ini Arka memandang wajah cantik yang masih tertidur lelap di sebelahnya. Sudah dua bulan yang lalu mereka melangsungkan pernikahan. Arka sampai sekarang pun masih tidak menyangka jika dirinya sudah menikah dan wanita yang Tuhan kirimkan untuknya adalah Laura. Cinta pertamanya. Saat pernikahan kemarin dia menjadi olok-olokan sahabatnya karena mengundang semua teman-teman SMAnya dulu. Arka tidak perduli, yang ia inginkan adalah membagi kebahagiaanya. Lebih tepatnya ia ingin semua orang tahu kalau dia berhasil mendapatkan Laura. "Pagi, ayang. " Sapa Arka saat melihat sang istri tercinta membuka mata. "Pagi, " Jawab Laura dengan suara khas orang bangun tidur, serak. Kepalanya ia tolehkan untuk melihat jam digital diatas nakas. "Astaga... Sudah jam enam. " Lau

