"Apa kamu akan memandang rendah padaku juga, Ziva?" tanyaku sambil menatap layar pipih itu. Aku ingin melihat wajah sahabatku itu saat dia menjawab pertanyaanku. "Apa karena itu kamu membiarkan Mas Damar menikah dengan Alesha? apa karena itu juga kamu pernah menghilang tanpa jejak selama berbulan-bulan dulu itu?" Bukannya menjawab pertanyaanku. Ziva malah balik bertanya. Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban atas pertanyaan Ziva. "Kamu bercerita pada Alesha tentang semuanya?" tanya Ziva lagi. "Iya, aku bercerita padanya untuk meminta pendapatnya apakah aku harus jujur pada Mas Damar atau tidak. Setelah aku hidup bersama Mas Damar, aku merasa bersalah dan menyesal atas apa yang aku lakukan. Aku mulai mencintainya dan tidak ingin menipunya seumur hidupku. Jadi aku meminta penda

