Kinar benar-benar tidak nyaman dengan suasana canggung ini, ditambah Malven yang dari tadi menatapnya lekat, seakan jika ia melepaskan pandangannya dari Kinar maka Kinar akan pergi diambil Pepaor, perebut pasangan orang. Setelah kejadian tadi, Malven meminta Kinar untuk menemaninya di rumah sakit. Dan dengan amat terpaksa, Kinar menghubungi Bundanya dan menjelaskan semua yang terjadi. Awalnya Bunda Kinar menolak mengizinkan Kinar untuk menginap di rumah sakit, namun, akhirnya beliau mengizinkan dengan banyak pertimbangan. Kinar menatap ke sekeliling ruangan, coba saja handphone Kinar tidak low batt, mungkin keadaannya tidak akan seawkward ini. Ditatap Malven seperti itu benar-benar membuat Kinar salah tingkah. Terlihat jelas saat gadis itu tidak bisa duduk dengan tenang. Tangan Malven

