Kinar menatap ke arah teman-temannya yang sedang berebut makanan yang sudah masak, padahal tanpa berebut pun semua akan kebagian karena entah bagaimana caranya saat Kinar dan Malven tadi tiba di panti asuahan, semua bahan-bahan yang diperlukan untuk party barbecue sudah ada, termasuk alat panggangnya pun sudah ada. Tapi bukan itu yang Kinar pikirkan saat ini, tapi tentang ucapan Malven di pasar dan di mobil tadi. Kata cowok itu, sebaik apapun dia nantinya, Kinar jangan sampai merubah pandangannya tentang Malven. Apa maksudnya? Semua itu terlalu sulit untuk Kinar pahami atau memang Kinar tidak peka dengan makna tersirat dalam kalimat itu? Entahlah. Kinar menggigit bibir bawahnya, itu adalah kebiasan Kinar saat sedang gugup atau memikirkan sesuatu. Malven benar-benar mengganggu pikirannya

