Bab 12

829 Kata

Kinar keluar dari mobil Malven. Kinar menggerai rambutnya sesuai permintan Malven meski Kinar tidak mengerti untuk apa cowok itu meminta ia menggerai rambutnya dan Kinar pun tidak peduli. Bodo amat. Malven berjalan di belakang Kinar, mengekori gadis menyebalkan itu. Malven sendiri bingung, kenapa ia harus repot-repot mengantar gadis itu ke pasar lalu menemaninya berbelanja hanya karena ancaman atau bisa dibilang ucapan gadis itu yang membuatnya merasa entahlah! Ini bukan diri Malven, sepertinya mulai besok Malven harus menjauhi gadis itu, sebelum ia mulai terlena. "Mal, mau masak apa?" tanya Kinar membuyarkan lamunan Malven. Malven menaikan sebelah alisnya lalu mengkat bahunya pertanda tidak tahu, lagi pula selama ini saat Malven mau makan, ia tinggal pergi ke restoran atau cafe. "Bias

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN