Bab 35

971 Kata

Kinar perlahan mendapatkan kesadarannya kembali, gadis itu membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan tempat ia berada. Ruangan ini berbeda dengan ruangan terakhir sebelum Kinar pingsan, di sudut atas ruangan terdapat tulisan yang cukup besar. Rumah Sakit Cahaya Pandangan Kinar turun ke arah tangan kirinya yang terpasang infus dan juga gelang khas pasien rumah sakit. Kinar kembali memejamkan matanya dan mulai terisak. Kenapa Revan tidak membiarkannya mati saja? Kenapa Revan harus membawanya ke rumah sakit? Bagi seorang wanita keperawanannya adalah aset yang sangat berharga, mungkin lebih berharga daripada nyawanya sendiri. Dan Kinar sudah kehilangannya. Kinar sudah kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupnya, lalu apa lagi yang diharapkan dari seseorang bahkan tidak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN