"Oke, kalo gitu. Siapa yang lo cinta, gue atau Revan? Gue setuju kalo lo sayang sama banyak orang, tapi cinta... hanya bisa untuk satu orang." Malven mengucapkan lima kata terakhir dengan berbisik yang membuat Kinar merinding rasanya. "Gue---" Kinar menggigit bibir bawahnya. "Lo?" Malven menatap lekat Kinar, menunggu jawaban cewek itu. "Gue laper!" ucap Kinar lalu mendorong Malven. Malven yang tidak siap dengan dorongan Kinar langsung terjungkal ke belakang. "Eh, astaga! Gue nggak sengaja." Kinar mengulurkan tangannya membantu Malven untuk bangkit. "Maaf, ya. Gak sengaja, beneran deh," ucap Kinar sambil membawa Malven untuk duduk di sofa yang ada di dekat mereka. Setelah mendudukan Malven, Kinar ingin melangkah pergi untuk membereskan nasi goreng dan jus yang berhamburan di depan pi

