"Ada apa, Pi?" Pagi itu, yang kata Kak Zarin papi memanggilnya. Nuni lantas menghampiri. "Kamu udah ada pacar, Ni?" Nuni terdiam. Ingin bilang sudah, tetapi nyatanya belum. Jadi, Nuni menggeleng. Namun, dia katakan, "Tapi Nuni lagi suka sama orang, Pi." Gantian, kini tampak papi terdiam. Agaknya keterdiaman sang papi sukses membuat Nuni menegang. "Kakakmu membatalkan pinangannya Firman, Ni." "Lho, emang bisa, Pi? Bukannya udah diumumin, ya?" Rasanya baru kemarin. Itulah kenapa Pak Fer menghela napas. "Bisa, tapi kita akan rugi banyak. Cuma untungnya Firman nggak masalah dengan itu, asal ...." Perasaan Nuni tak enak. Detak di dadanya pun secara perlahan meningkat, cepat. "Gantikan kakakmu, ya, Ni? Firman orangnya baik, kok. Dia juga tampan dan mapan. Pun, Firman bersedia denganmu.

