[105] Ketika Genta Jatuh Cinta

2306 Kata

"Genta, anak kelas sebelah ada yang titip salam buatmu. Salam balik, tidak?" Dulu, zaman kuliah. "Nggak, makasih." "Gen, jangan dingin-dinginlah sama cewek, tuh. Nanti susah dapetnya, lho, giliran butuh." "Rei, sekarang gue tanya. Emang kapan kita butuh cewek? Nanti, kan? Kalau udah siap nikah, kan? Masih lama. Sekarang gue mau fokus kuliah dulu. Nggak ada waktu buat berhangat-hangat sama cewek kayak kalian." "Ah, lo gak asyik. Kan, senggaknya di masa sekarang cewek itu bisa jadi penyemangat belajar lo, Genta." "Iya kalau jadi semangat, kalau malah nggak? Kalau malah gue galau dan terus down belajarnya, kalian mau tanggung jawab biayai kuliah gue, adek-adek gue, sekaligus menjamin masa depan gue bisa cerah dengan pekerjaan yang bagus dan gede gajinya?" "Sudah, sudah, Rei." Wili mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN