[102] Telat Puber 🚫

2217 Kata

"Kalian udah saling chat-an?" Bukan cuma Gilang, tetapi Nandar juga menoleh. Bentar, bentar. "Kalian?" Gilang tunjuk diri sendiri soalnya tatapan Bang Genta terarah padanya. "Gilang maksudnya, Bang?" Hari itu Minggu, makanya mereka semua ada di rumah siang-siang begini. Sedang menikmati makanan kiriman Lena. Ya, si bungsu baru saja pergi sehabis mengirim makanan hasil masaknya sendiri, diantar Wiliam. Lalu katanya mereka mau lanjut kencan. Kembali berpengantin baruan. "Iya, kamu," sahut Bang Genta. "Sama siapa?" timpal Gilang, kebingungan. Nandar sendiri lirik-lirik mereka secara bergantian. Ada apa, nih? Apa yang sudah terjadi dalam satu malam, nih, antara Bang Genta dan Gilang? Kok, Nandar tidak tahu apinya, tahu-tahu ada asap. Genta hentikan kunyahan. Nuni, kan? But, tidak dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN