"Pi, udah, Pi! Kasihan ...." Pak Fer diam. "Papi ... biar gimanapun, kan, Nuni juga anak kita." Mendengar itu, Pak Fer mendengkus. "Udah, ya? Dia belum makan dari semalam. Mana sini kuncinya, biar Mami yang buka." Pak Fer menatap sang istri. Tak bisa berkata-kata. Yang sebetulnya, dia masih merasa bersalah kepada mami Zarin ini, juga kepada Zarin--anak mereka. Hal yang membuat sikapnya kepada Nuni tak bisa disamakan dengan perlakuannya kepada Zarin. Dulu .... Ada kenyataan yang rapat disembunyikan antara Ferdinan dan istrinya. Itu mami Zarin yang minta, tentang kandungannya yang rentan dan sudah susah payah dipertahankan. Di mana pada usia hamil tuanya itu, muncul seseorang yang mengaku telah melahirkan bayi berdarah daging Ferdinan. Lantas, tak terelak menjadi luka dalam rumah tang

