[112] Di Mana?

1614 Kata

"Bisa-bisanya, ya, kamu ngegoda laki-laki yang bahkan kamu tau sedang disukai oleh kakakmu, Ni." Sepeninggal Om Genta, hari itu. Kak Zarin pun dipanggil, sedang memupus air mata. Mami ikut nimbrung. "Pi, udah, Pi--" "Udah gimana? Nggak bisa udah, dong, Mi. Lihat itu Zarin! Pasti merasa dikhianati," tukas Pak Fer, berdecak. "Sama adik sendiri pula!" dengkusnya. Nuni terdiam. "Jadi ... yang kamu kejar-kejar itu Mas Genta, Ni?" Parau suara sang kakak. Nuni masih diam. "Centil!" hardik papi mereka, untuk Nuni. "Perempuan ngejar-ngejar lelaki, om-om lagi, bahkan yang disukai kakakmu. Astagfirullah, Nuni ... Nuni. Kamu--" "Pi!" Mami menyela. "Jangan ...." Menahan lengan papi yang hendak melayang ke pipi Nuni. Di mana Nuni langsung menunduk refleks, menghindari itu, pun dia memejam. "Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN