"Genta ... lo oke?" "Bang? Bang Genta? Anjir, kenapa ini?" "Gagal, ya?" "Abang?" Itu Reinal, Gilang, Wili, dan Nandar. Hanya Lena yang tidak bersuara selain dengan tangisan. Mereka semua di detik terdengar suara mobil masuk, langsung keluar. Tak sabar ingin tahu hasilnya. Namun, apalah itu? Bang Genta tidak lekas turun dari mobil, malah menunduk, dua tangannya bertumpu di setir, lalu kepalanya terbenam di sana. Kan, Lena langsung menangis. Aura-aura ditolak sangat kental menguar. Langsung saja mereka berbondong-bondong menghampiri mobil, yang sudah dibukakan kunci pintunya. Yang seharusnya Bang Genta lekas turun, tetapi malah terlihat down di dalam sana. See! Punggungnya bergetar. Bang Gilang masuk dari pintu sisi kemudi, lalu pintu bagian kemudi dibuka Pak Wili dan Mas Rei ikut

