"Papi itu nggak sayang Nuni, ya, Mi?" Pernah Nuni bertanya soal ini di suatu waktu, kala dia merasa perlakuan papi sangat bertolak belakang ketika menghadapinya dengan Kak Zarin. Sikap papi yang begitulah membuat sang kakak memiliki karakter menyebalkan, bahkan di saat sudah tumbuh sedewasa sekarang. Nuni rasa bukan karena faktor Kak Zarin anak tunggal yang gagal, yang lalu tiba-tiba punya adik ketika sudah enak-enaknya jadi anak semata wayang. Ini memang karena pengaruh dari didikan papi, kasih sayangnya papi, yang menurut Nuni berlebihan. Sedangkan, mami tidak kuasa atas itu. Sekarang Nuni sudah besar, sudah bisa berpikir kritis dan menilai karakter orang walau tak lantas asumsinya valid. Papi itu, apa-apa maunya Kak Zarin dituruti, bahkan saat yang Kak Zarin mau adalah milik Nuni.

