[109] Nuni dan Zarin

1223 Kata

"Papi, nanti undang Mas Genta buat makan malam, ya?" Nuni terdiam menikmati hidangan sarapan paginya, mendengar celoteh sang kakak. Jujur, Nuni patah hati. Rasanya masih perih-perih gimana gitu di d**a. Apalagi ketika membayangkan kelak Kak Zarin dan Om Genta bersama. Harusnya, sih, Nuni sudah kebal dengan bayangan ini. Kan, dia sering mengandai-andai hal itu terjadi ... demi menyiapkan diri kala tiba masanya patah hati. Ya, hari ini. Dari kemarin, kemarinnya lagi ... seterusnya. Cinta pertama Nuni kandas. "Iya, nanti Papi undang Genta. Sepertinya kamu sangat menyukai dia, ya, Rin?" Zarin tersenyum. "Cinta malah, Pi." Ini Nuni, dia nimbrung. "Kak Zarin naksir Om Genta." "Tapi Mas Genta juga Zarin rasa suka sama Zarin, kok." Yang lalu alih kepada sang adik. "Mas Genta sama Kakak pern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN