"Eh ... Nak Genta, ya?" Istri Pak Fer yang membukakan pintu di detik Genta bertandang. Dia pun mengangsurkan senyum ramah kepada gerangan, juga menyerahkan buah tangan, tak lupa bertanya, "Pak Ferdinan ada, Bu?" Agaknya, mami Nuni terlihat kebingungan atas kehadiran Genta yang ... bagaimana menjelaskannya, ya? Sangat-sangat rapi, bersih, dan wangi, hingga bawa bingkisan segala lagi. Tapi ternyata oh ternyata mencari suaminya. Iya, sih. Masa mencari yang lain? Paling ada urusan pekerjaan. Sayangnya, tetap saja mental pemikiran tersebut, tetap terasa janggal, tidak wajar, dan ... jangan-jangan ada maksud lain? Genta masih tersenyum menanti jawaban Bu Fer yang lalu tersadar dari renungan dan mengangguk-angguk bilang, "Oh, Pak Fer? Ada, ada. Silakan masuk, Nak. Duduk, duduk. Sebentar, Ibu

