Genta ingin cepat-cepat pulang semenjak Lena tinggal di rumahnya. Yang biasanya Genta bisa kerja dari rumah, kini beberapa hari selalu ada meeting, mengharuskannya datang ke kantor. Di mana ketika dirinya hendak hengkang, tak dinyana mata ini mendapati sesosok wanita yang dikagumi baru saja turun dari mobil ... bersama seseorang. Ya, siapa lagi kalau bukan sang tunangan? Lalu tanpa diminta sorot mata Zarin mendapati dirinya, Genta yang memang sedang menatap ke arah sana. Sesaat saja. Sebelum Zarin kembali lurus menatap ke depan, dengan tangan yang memegangi ujung lengan kemeja pria itu. Pak Firman, kan? Tangan Zarin pun digenggam. Genta tidak melihat adanya penolakan dari Zarin. Yang kalau iya acara tunangannya mau Genta batalkan, lalu kenapa mereka terlihat saling menginginkan sekaran

