Wajah Mella tampak tersenyum manis. Melirik Isrina yang tengah mengusap-ngusap perutnya yang mulai sedikit mekar. Memasuki kehamilan bulan ketiga isrina tampak semakin berisi. b****g dan dadanya tampak penuh meski tertutup hijab besar yang dikenakannya. Pantas saja Sagara makin cinta. Wajah lembutnya makin bercahaya dan menawan. Senyum tulusnya kadang membuat Sagara enggan pulang ke Bogor dan ingin berlama-lama di rumah Isrina. Sudah dua bulan, Isrina kembali ke kampung halaman. Menghabiskan masa hamil mudanya yang payah. Begitupun dengan Mella. Tak terasa dua bulan juga dia sudah pergi dari rumahnya. Meninggalkan luka hati juga butik yang dia percayakan pada pegawainya. Sementara Isrina tinggal bersama Emak, Mella memilih mondok di sebuah pesantren tahfid yang tidak begitu jauh dari

