Luka Untuk Venia

1313 Kata

Ardi tersenyum kecut. Membaca pesan Venia dengan wajah yang membatu. Perlahan langkahnya berjalan menuju pintu bersiap menemui perempuan yang rasanya belum lama begitu dipujanya dan kini berubah jadi benci luar biasa. Kemana, larinya rasa cinta itu? Entahlah. Perempuan itu bahkan tak pantas mendapatkan rasa itu meski setitik. Ardi verguman lirih, selintas matanya melirik figura yang tergantung dibilah dinding di ruang tamu. Poto pernikahan dirinya dengan Mella. Betul kata pepatah, penyesalan selalu datang terlambat dan arti kehadiran seseorang selalu terasa bermakna saat segalanya telah berakhir. Maafkan aku Mella, terlambat menyadari kalau dirimu luar biasa. Aku menyadari cintaku begitu dalam setelah begitu banyak air mata dan luka yang kutorehkan dalam hatimu. Ardi semakin men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN