Berakhir Sudah

2002 Kata

"Mella." "Mella." "Bukalah, beri aku kesempatan sekali lagi." Ardi menggedor pintu gerbang rumah Mella dengan sisa harapan yang dimilikinya. "Maafkan aku, Mella." Ardi terus memanggil dengan sisa keberaniannya. Sunyi. Seraut wajah Mella tak lagi muncul meski hanya mengucapkan kata selamat tinggal. Ardi mengigit bibir. Menyadari luka yang dia torehkan dirinya begitu dalam untuk membuat Mella berubah pikiran. Maafkan aku, Mel. Aku tidak menduga aku terpuruk begitu cepat. Ardi mendesah lirih. Hatinya terasa berdenyut sakit bukan main. Perlahan Ardi menjauh. Rasanya langit berubah mendung. Dengan langkah gontai Ardi menyeret langkah kakinya menjauh menuju mobil. Haruskah aku mengucapkan selamat tinggal? Tidak. Ardi kembali melangkah gontai. Menghalau kuat-kuat rasa sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN