d**a Ardi berdegup kencang. Bukan karena dia barusaja ngeluarkan tenaga untuk mendobrak pintu kamar Venia sehingga membuat kaki dan tubuhnya sedikit ngilu melainkan pemandangan yang dia temukan di delan mata. Ardi mengucek matanya, bibirnya berdesis menahan murka, rasanya sejuta jarum menusuk ulu hatinya dengan telak. Periiiiih. Kamar Venia cukup temaram tapi mata Ardi dengan jelas menyaksikan sepasang tubuh polos yang tengah berpagutan tanpa jeda. Menjijikan. Sekuat tenaga Ardi menahan dorongan asam lambung yang naik ke atas tenggorokan membuatnya sangat mual dengan d**a yang rasanya terbakar. "Venia." Ardi membentak dengan kasar, membuat dua, manusia yang tengah dilanda badai asmara terkejut bukan main. Kontan keduanya saling melepas diri dan menatap muka Ardi dengan kaget luar

