Jangan Pernah Berpaling

706 Kata

Dengan tangan sedikit bergetar, aku menerima gawai dari tangan Isrina. Sejenak membaca nama pemanggilku, Anggita. Perempuan yang bertahun pergi dari hidupku, tiba-tiba kini kembali menghubungiku.kulirik wajah Isrina yang tengah tertegun. Bayangan luka masih tergores setiap mendengar nama Anggita yang hadir di hari-harinya, meskipun tidak sengaja terucap dari obrolan Mama atau mbak Mella. Aku tersenyum kecut, aku tidak mengharapkan lagi nama perempuan itu hadir di kehidupanku, meski cuma muncul di layar gawaiku. Mengingat namanya, seolah mengembalikanku pada lembaran hidup yang kelabu. Tak ada waktu untuk mengenangmu Anggita, kupijit tombol merah di layar gawaiku. Menolak panggilan perempuan masa laluku. Aku membetulkan letak duduk, sedikit mengutak-ngatik pengaturan di layar gawai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN